Kesehatan

 7 Manfaat Membaca Buku Bagi Kesehatan
MEMBACA buku selama ini diketahui dapat membuat pembacanya menjadi berwawasan lebih luas dan lebih pintar. Namun nyatanya, rutin membaca buku juga memberi manfaat terhadap kesehatan tubuh anda.

Mendengar Musik Tingkatkan Kinerja 
Mendengar Musik Tingkatkan Kinerja Otak
1. Mempermudah membaca pikiran dan perasaan orang lain
Sebuah studi yang dirilis awal bulan ini menunjukkan bahwa menikmati bacaan sastra dapat membantu memperkuat kemampuan anda untuk membaca pikiran. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menunjukkan bahwa membaca karya sastra seperti fiksi dapat memupuk keterampilan yang dikenal sebagai teori pikiran, yaitu kemampuan untuk membaca pikiran dan perasaan orang lain.
2. Membuat rileks
Sedang stres? Ambillah sebuah buku novel. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 di Mindlab Internasional, University of Sussex, menunjukkan bahwa membaca adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi stres, bahkan mengalahkan aktivitas seperti mendengarkan musik, menikmati secangkir teh atau kopi, dan berjalan-jalan.
"Tidak peduli buku apa yang anda baca, asyik membaca dapat menghilangkan kekhawatiran dan tekanan dari luar," kata peneliti, Dr David Lewis, seperti dilansir laman Huffington Post, Kamis (28/11).
3. Menjaga otak tetap tajam
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Neurology menunjukkan bahwa rajin membaca buku membantu menjaga otak anda tetap tajam bahkan ketika usia anda menua. Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan perangsang mental seperti membaca di kemudian hari dalam hidupnya mengalami penurunan daya ingat lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak.
"Studi kami menunjukkan bahwa melatih otak penting untuk kesehatan otak di usia tua. Berdasarkan hal ini, kita tidak boleh meremehkan efek dari kegiatan sehari-hari, seperti membaca dan menulis," kata penulis studi, Robert S. Wilson, PhD, dari Rush University Medical Center, Chicago.
4. Mencegah penyakit Alzheimer
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences pada tahun 2001, orang dewasa yang hobi melakukan aktivitas terkait otak, seperti membaca atau bermain teka-teki, cenderung jarang memiliki penyakit Alzheimer.
5. Membantu tidur lebih baik
Banyak ahli merekomendasikan melakukan beberapa aktivitas sebelum tidur untuk membantu menenangkan pikiran dan memberi isyarat tubuh anda untuk menutup mata. Nah, membaca dapat menjadi salah satu cara yang baik. Ini sebabnya menyediakan sebuah buku di sebelah tempat tidur akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan meletakkan laptop atau gadget lain.
6. Membuat anda lebih berempati
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, membaca sebuah karya fiksi dapat meningkatkan empati anda. Para peneliti di Belanda mengungkapkan bahwa orang-orang yang secara emosional terbawa oleh karya fiksi mengalami peningkatan dalam rasa empati dalam dirinya meski tak ia sadari.
7. Meringankan depresi
Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini dalam jurnal PLoS ONE juga menunjukkan bahwa membaca buku yang dikombinasikan dengan sesi dukungan tentang bagaimana menggunakannya, berhubungan dengan penurunan tingkat depresi setelah satu tahun dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima perawatan biasa.


Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda satu sama lain, banyak juga penelitian yang menjelaskan bahwa ritme musik memiliki efek yang menenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Faktanya dengan mendengarkan musik merupakan salah satu dari beberapa cara untuk merangsang kinerja otak.
Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Kita sadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu Kita untuk berkonsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.
Berikut  beberapa manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan kita:
1. Pembunuh rasa sakit
Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit, melalui pelepasan endorfin (hormon penghilang rasa sakit). Dengan mendengarkan lagu kesukaan, Kita dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan melakukan relaksasi.
2. Mengurangi stres
Stres sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sakit mental. Musik mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami seseorang. Bahkan, terapi musik bisa membantu untuk menenangkan sel dan menormalkan denyut jantung.
3. Merangsang sel-sel otak
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik dengan beat cepat dapat merangsang gelombang otak untuk beresonansi selaras dengan irama. Alhasil, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir dengan tajam.
4. Membuat tidur lebih nyenyak
Musik membuat tubuh jadi rileks dan lebih tenang. Putarlah musik dengan ritme slow yang lembut dan memberi ketenangan untuk tubuh dan pikiran. Tanpa sadar, Kita akan jatuh tertidur dengan pulas.
5. Meningkatkan suasana hati (Mood)
Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Kita, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa mendengar musik favorit Kita dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
Penelitian di McGill University Montreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin.
6. Meningkatkan Stamina Saat Olahraga
Musik bisa pengaruhi mood Kita, khususnya saat sedang berolahraga. Jika Kita memainkan musik dengan tempo lambat, secara otomatis juga akan mempengaruhi stamina, tempo dan kecepatan Kita saat berolahraga. Untuk itu, pilihlah lagu dengan tempo yang agak cepat dan bersemangat sehingga kalori pun semakin banyak terbakar karena tubuh akan otomatis bergerak lebih cepat. Mendengarkan musik sambil olahraga akan memberikan efek metronomik pada tubuh, sehingga memungkinkan Kita untuk berolahraga lebih lama.
Mendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Kita berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensi energi 1-2 persen.
Walaupun musik memiliki banyak potensi untuk mempengaruhi mood, namun menyalakannya dengan volume yang sangat kencang bukanlah ide yang baik. Bisa-bisa Kita malah terkena gangguan pendengaran, seperti dalam studi yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Disebutkan, suara keras sampai 85 desibel bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Jika Kita biasa menghidupkan iPod sampai volume maksimal, Kita berisiko meledakkan gendang telinga Kita dengan lebih dari 100 desibel. Untuk itu, jika teman sebelah dapat mendengar lagu yang didengarkan dari earphone, sebaiknya mulai kecilkan volumenya.
- See more at: http://inioke.com/Berita/5574-Mendengar-Musik-Tingkatkan-Kinerja-Otak-.html#sthash.zLPKAcHJ.dpuf

Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda satu sama lain, banyak juga penelitian yang menjelaskan bahwa ritme musik memiliki efek yang menenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Faktanya dengan mendengarkan musik merupakan salah satu dari beberapa cara untuk merangsang kinerja otak.
Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Kita sadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu Kita untuk berkonsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.
Berikut  beberapa manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan kita:
1. Pembunuh rasa sakit
Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit, melalui pelepasan endorfin (hormon penghilang rasa sakit). Dengan mendengarkan lagu kesukaan, Kita dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan melakukan relaksasi.
2. Mengurangi stres
Stres sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sakit mental. Musik mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami seseorang. Bahkan, terapi musik bisa membantu untuk menenangkan sel dan menormalkan denyut jantung.
3. Merangsang sel-sel otak
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik dengan beat cepat dapat merangsang gelombang otak untuk beresonansi selaras dengan irama. Alhasil, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir dengan tajam.
4. Membuat tidur lebih nyenyak
Musik membuat tubuh jadi rileks dan lebih tenang. Putarlah musik dengan ritme slow yang lembut dan memberi ketenangan untuk tubuh dan pikiran. Tanpa sadar, Kita akan jatuh tertidur dengan pulas.
5. Meningkatkan suasana hati (Mood)
Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Kita, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa mendengar musik favorit Kita dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
Penelitian di McGill University Montreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin.
6. Meningkatkan Stamina Saat Olahraga
Musik bisa pengaruhi mood Kita, khususnya saat sedang berolahraga. Jika Kita memainkan musik dengan tempo lambat, secara otomatis juga akan mempengaruhi stamina, tempo dan kecepatan Kita saat berolahraga. Untuk itu, pilihlah lagu dengan tempo yang agak cepat dan bersemangat sehingga kalori pun semakin banyak terbakar karena tubuh akan otomatis bergerak lebih cepat. Mendengarkan musik sambil olahraga akan memberikan efek metronomik pada tubuh, sehingga memungkinkan Kita untuk berolahraga lebih lama.
Mendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Kita berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensi energi 1-2 persen.
Walaupun musik memiliki banyak potensi untuk mempengaruhi mood, namun menyalakannya dengan volume yang sangat kencang bukanlah ide yang baik. Bisa-bisa Kita malah terkena gangguan pendengaran, seperti dalam studi yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Disebutkan, suara keras sampai 85 desibel bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Jika Kita biasa menghidupkan iPod sampai volume maksimal, Kita berisiko meledakkan gendang telinga Kita dengan lebih dari 100 desibel. Untuk itu, jika teman sebelah dapat mendengar lagu yang didengarkan dari earphone, sebaiknya mulai kecilkan volumenya.
- See more at: http://inioke.com/Berita/5574-Mendengar-Musik-Tingkatkan-Kinerja-Otak-.html#sthash.zLPKAcHJ.dpuf
Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda satu sama lain, banyak juga penelitian yang menjelaskan bahwa ritme musik memiliki efek yang menenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Faktanya dengan mendengarkan musik merupakan salah satu dari beberapa cara untuk merangsang kinerja otak.
Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Kita sadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu Kita untuk berkonsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.
Berikut  beberapa manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan kita:
1. Pembunuh rasa sakit
Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit, melalui pelepasan endorfin (hormon penghilang rasa sakit). Dengan mendengarkan lagu kesukaan, Kita dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan melakukan relaksasi.
2. Mengurangi stres
Stres sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sakit mental. Musik mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami seseorang. Bahkan, terapi musik bisa membantu untuk menenangkan sel dan menormalkan denyut jantung.
3. Merangsang sel-sel otak
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik dengan beat cepat dapat merangsang gelombang otak untuk beresonansi selaras dengan irama. Alhasil, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir dengan tajam.
4. Membuat tidur lebih nyenyak
Musik membuat tubuh jadi rileks dan lebih tenang. Putarlah musik dengan ritme slow yang lembut dan memberi ketenangan untuk tubuh dan pikiran. Tanpa sadar, Kita akan jatuh tertidur dengan pulas.
5. Meningkatkan suasana hati (Mood)
Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Kita, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa mendengar musik favorit Kita dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
Penelitian di McGill University Montreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin.
6. Meningkatkan Stamina Saat Olahraga
Musik bisa pengaruhi mood Kita, khususnya saat sedang berolahraga. Jika Kita memainkan musik dengan tempo lambat, secara otomatis juga akan mempengaruhi stamina, tempo dan kecepatan Kita saat berolahraga. Untuk itu, pilihlah lagu dengan tempo yang agak cepat dan bersemangat sehingga kalori pun semakin banyak terbakar karena tubuh akan otomatis bergerak lebih cepat. Mendengarkan musik sambil olahraga akan memberikan efek metronomik pada tubuh, sehingga memungkinkan Kita untuk berolahraga lebih lama.
Mendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Kita berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensi energi 1-2 persen.
Walaupun musik memiliki banyak potensi untuk mempengaruhi mood, namun menyalakannya dengan volume yang sangat kencang bukanlah ide yang baik. Bisa-bisa Kita malah terkena gangguan pendengaran, seperti dalam studi yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Disebutkan, suara keras sampai 85 desibel bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Jika Kita biasa menghidupkan iPod sampai volume maksimal, Kita berisiko meledakkan gendang telinga Kita dengan lebih dari 100 desibel. Untuk itu, jika teman sebelah dapat mendengar lagu yang didengarkan dari earphone, sebaiknya mulai kecilkan volumenya.
- See more at: http://inioke.com/Berita/5574-Mendengar-Musik-Tingkatkan-Kinerja-Otak-.html#sthash.zLPKAcHJ.dpuf
Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda satu sama lain, banyak juga penelitian yang menjelaskan bahwa ritme musik memiliki efek yang menenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Faktanya dengan mendengarkan musik merupakan salah satu dari beberapa cara untuk merangsang kinerja otak.
Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Kita sadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu Kita untuk berkonsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.
Berikut  beberapa manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan kita:
1. Pembunuh rasa sakit
Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit, melalui pelepasan endorfin (hormon penghilang rasa sakit). Dengan mendengarkan lagu kesukaan, Kita dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan melakukan relaksasi.
2. Mengurangi stres
Stres sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sakit mental. Musik mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami seseorang. Bahkan, terapi musik bisa membantu untuk menenangkan sel dan menormalkan denyut jantung.
3. Merangsang sel-sel otak
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik dengan beat cepat dapat merangsang gelombang otak untuk beresonansi selaras dengan irama. Alhasil, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir dengan tajam.
4. Membuat tidur lebih nyenyak
Musik membuat tubuh jadi rileks dan lebih tenang. Putarlah musik dengan ritme slow yang lembut dan memberi ketenangan untuk tubuh dan pikiran. Tanpa sadar, Kita akan jatuh tertidur dengan pulas.
5. Meningkatkan suasana hati (Mood)
Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Kita, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa mendengar musik favorit Kita dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
Penelitian di McGill University Montreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin.
6. Meningkatkan Stamina Saat Olahraga
Musik bisa pengaruhi mood Kita, khususnya saat sedang berolahraga. Jika Kita memainkan musik dengan tempo lambat, secara otomatis juga akan mempengaruhi stamina, tempo dan kecepatan Kita saat berolahraga. Untuk itu, pilihlah lagu dengan tempo yang agak cepat dan bersemangat sehingga kalori pun semakin banyak terbakar karena tubuh akan otomatis bergerak lebih cepat. Mendengarkan musik sambil olahraga akan memberikan efek metronomik pada tubuh, sehingga memungkinkan Kita untuk berolahraga lebih lama.
Mendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Kita berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensi energi 1-2 persen.
Walaupun musik memiliki banyak potensi untuk mempengaruhi mood, namun menyalakannya dengan volume yang sangat kencang bukanlah ide yang baik. Bisa-bisa Kita malah terkena gangguan pendengaran, seperti dalam studi yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Disebutkan, suara keras sampai 85 desibel bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Jika Kita biasa menghidupkan iPod sampai volume maksimal, Kita berisiko meledakkan gendang telinga Kita dengan lebih dari 100 desibel. Untuk itu, jika teman sebelah dapat mendengar lagu yang didengarkan dari earphone, sebaiknya mulai kecilkan volumenya
- See more at: http://inioke.com/Berita/5574-Mendengar-Musik-Tingkatkan-Kinerja-Otak-.html#sthash.zLPKAcHJ.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar